PENGANTAR BISNIS SESI 1 BADAN USAHA DALAM TATA EKONOMI


PENGANTAR BISNIS SESI 1
BADAN USAHA DALAM TATA EKONOMI

A. Latar Belakang Kegiatan Industri & Perdagangan.
Dalam dunia perekonomian, kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan industri dan perdagangan. Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan setiap individu masing-masing. Oleh karena itu manusia semakin menyadari akan pentingnya kegiatan industri dan perdagangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun ternyata dalam sejarah mencatat bahwasanya kegiatan industri dan perdagangan dalam masyarakat modern tidak serta merta langsung berkembang pesat seperti yang sekarang ini. Tetapi melalui proses panjang perkembangan kegiatan industri dan perdagangan tersebut menuju kegiatan industri dan perdagangan yang lebih maju dan modern dari sebelumnya.

Seperti pada zaman dahulu dalam kehidupan masyarakat primitif, bahwasanya manusia belum mengenal kegiatan industri dan perdagangan dalam kehidupan bermasyaraktnya. Yang mana manusia pada saat itu hanya memenuhi kebutuhan hidupnya secara individu dan dengan caranya masing-masing. Seperti untuk memenuhi kebutuhan pangannya, dalam masyarakat primitif mereka berburu hewan buruan dan mencari tumbuh-tumbuahan serta buah-buahan yang bisa dimakan, secara sendiri atau berkelompok kecil demi memenuhi kebutuhan pangannya.

Namun seiring perkembangannya, manusia dirasa semakin sadar akan kebutuhan sosial untuk saling memenuhi dalam kehidupannya. Manusia semakin berfikir bahwasannya kehidupannya bisa semakin mudah dengan adanya salah satu kegiatan perekonomian. Saat itu manusia mulai mengenal perdagangan dengan cara barter atau saling bertukar barang masing-masing dengan berang lain kepada manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga dalam suatu masyarakat manusia tidak perlu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berburu hewan, mencari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang bisa dimakan di saat yang sama. Mereka cukup melakukan barter atau saling bertukar barang dengan barang lainnya kepada manusia lainnya. Dan disaat itu pula manusia mulai mengenal salah satu kegiatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yaitu kegiatan perdagangan atau jual-beli.

Seiring berjalannya waktu dan zaman, serta semakin berkembangnya suatu kehidupan masyarakat, maka semakin berkembang pula kegiatan perekonomianya. Yang mana kegiatan perdagangan dalam kehidupan manusia dengan cara barter semakin berkembang dan manusia mulai mengenal alat tukar atau alat pembayaran yang disebut uang dalam proses pertukaran tersebut. Manusiapun mulai meninggalkan kegiatan perdagangan malalui cara lama yaitu barter dengan cara kegiatan perdagangan modern yaitu bertukar barang dengan alat tukar atau alat pembayaran tersebut (uang). Tetapi dalam perkembangan kegiatan perekonomian manusia tidak berhenti hanya sampai di situ saja, malainkan masih terus berkembang hingga saat ini.

Seperti dalam kahidupan masyarakat primitif yang sudah sedikit lebih maju. Mereka mulai berfikir bahwasannya persediaan alam seperti hewan buruan, tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang bisa dimakan dapat habis sewaktu-waktu. Manusiapun mulai berfikir kembali untuk meningkatkan kembali taraf hidupnya, yaitu bagaimana caranya agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan sekaligus untuk menjaga ekosistem alam. Yaitu  dengan cara memproduksinya sendiri seperti beternak dan bertani. Sehingga mareka tidak perlu kesulitan untuk berburu hewan buruan, mencari tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang biasa di makan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan sekaligus menjaga ekosistem alam.

Kemudian seiring berkembangnya zaman, manusia terus kembali manyadari bahwasanya kebutuhan manusia bukan hanya terhadap kebutuhan barang saja melainkan manusia juga maembutuhkan akan jasa dari orang lain. Seperti jasa penyewaan barang, jasa perbaikan rumah dan lain-lain. Selain itu manusiapun juga semakin sadar akan meningkatnya kebutuhan lainnya. Seperti kebutuhan peralatan harian, kebutuhan akan alat dapur, kebutuhan akan pakaian/busana dan fassion, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya selain kebutuhan pangan seperti dalam kehidupan masyarakat primitif.

Oleh karena itu manusia juga mulai mengenal akan pentingnya peranan kegiatan industri atau produksi dalam skala besar demi memenuhi peningkatan kebutuhan manusia tersebut. Mulailah saat itu tumbuh dan berkembang industri mulai dari industri rumahan hingga industri besar yang memiliki kapasitas produksi yang lebih besar pula dibandingkan industri rumahan.

Berbicara tentang peranan kegiatan industri, tidak pernah lepas dengan kegiatan perekonomian lainnya yaitu kegiatan perekonomian Bisnis atau yang lebih dikenal dengan istilah Bisnis saja.

B. Bisnis Dan Ruang Lingkupnya.
Sebelum mambahas lebih jauh tentang apa itu yang dimaksud dengan bisnis, alangkah baiknya kita untuk mengetahui definisi dan pengertian dari bisnis itu sediri. Definisi Bisnis menurut bahasa adalah, berasal dari bahasa Ingris yaitu “Business” yang identik dengan “Firm” (Perusahaan) : Goods and Services (Barang-barang dan Pelayanan), atau dalam bahasa Indonesia Bisnis identik dengan “Perusahaan”. Sedangkan definisi Bisnis menurut istilah adalah, suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang serta jasa guna mendapat keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat (Hughes & Kapoor). Atau dalam definisi Bisnis menurut istilah yang lain adalah, suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat (Brown & Potrello).

Sedangkan pengertian Bisnis itu sendiri memuat empat aspek yaitu sebagai berikut :

1.        Suatu kegiatan usaha.

Suatu kegiatan usaha tersebut, dilakukan dengan cara mengolah sumber-sumber ekonomi yang ada untuk menghasilkan serta menyediakan barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber-sumber ekonomi berikut :

a)    Manusia (Men)

Manusia disini dapat berperan sebagai tenaga kerja di perusahaan atau sebagai konsumen dari produk perusahan. Yang terpenting adalah memperhatikan bagaimana cara mengelola sumber daya manusia yang ada, agar dapat mendukung pencapaian tujuan bisnis.

b)   Uang (money)

Uang atau modal uasaha, merupakan uang atau barang yang digunakan untuk menghasilkan produk. Barang modal dapat berupa : mesin, peralatan pabrik, dan alat transportasi. Karenanya perusahaan harus memperhatikan pengelolaan keuangan perusahaan dengan baik.

c)    Material (Materials)

Material merupakan faktor pendukung uatama dalam proses produksi, seperti : bahan baku, bahan pembantu dan bahan lain yang turut menunjang proses produksi.

d)   Metode (Methods)

Metode meliputi : ide-ide atau inisiatif, yang ditunjukan untuk mengorganisir dan mengkoordinir faktor-faktor lain dengan baik. Artinya, bagaimana sumber ekonomi yang terbatas dapat diwujudkan atau dihasilkan barang/jasa yang optimal.

2.        Menghasilkan barang dan jasa.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwasannya dalam dunia bisnis tentunya identik dengan barang dan jasa. Dan yang dimaksud dengan barang dan jasa disini adalah,  menghasilkan barang dan jasa atau penyedian/penawaran barang dan jasa, dari suatu badan usaha seperti perusahaan besar maupun kecil kepada coustemer atau pelanggan dari perusahaan itu sendiri. Untuk keperluan dan kepentingan bisnis atau pengambilan keuntungan perusahaan serta memenuhi kebutuhan dan keperluan masyarakat sebagai coustemer atau pelanggan.

3.        Mendapatkan laba.

Yaitu pendapatkan laba atau keuntungan sebuah badan usaha seperti perusahaan dari hasil bisnis penjualan/penawaran barang dan jasa dari badan usaha tersebut  kepada coustemer atau pelanggan.

4.        Memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan perekonomian seperti bisnis, tentunya tidak hanya badan usaha atau perusahaan tersebut saja yang diharapkan mendapat laba atau keuntungan. Melainkan diharapkan pula untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa yang ditawarkan oleh badan usaha atau perusahaan tersebut. Sehingga antara kedua belah pihak yaitu badan usaha selaku pelaku bisnis dan masyarakat selaku coustemer atau pelanggan mampu mendapat keuntungannya masing-masing. Sehingga terjadi pula suatu keterkaitan saling membutuhkan dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak tersebut yaitu badan usaha selaku pelaku bisnis dan masyarakat selaku coustemer atau pelanggan.

C. Tujuan Bisnis.
Setiap segala sesuatu memiliki tujuan untuk mencapai apa yang ingin di capai atau ditargetkan. Begitu pula dengan bisnis, tentunya juga memiliki tujuan yang ingin dicapai atau ditargetkan. Tujuan bisnis dapat dibagi atau dikelompokan dalam dua bagian atau kelompok yaitu sebagai berikut :

1.        Tujuan ekonomi.

Bertujuan untuk memperoleh keuntungan bisnis suatu badan usaha atau perusahaan dari hasil penjualan/penawaran barang dan jasa kepada coustemer atau pelanggan.

2.        Tujuan sosial.

Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat coustemer atau pelanggan akan barang dan jasa selaku.

D. Klasifikasi Bisnis.
Membebahas tentang bisnis tentunya akan menemui berbagai macam tipe bisnis dalam pembahasan bisnis tersebut. Karena dalam bisnis dapat dikelompokan menjadi berbagai macam dan dengan cara yang berbeda pula. Salah satu cara untuk mengelompokan bisnis yaitu dengan berdasarkan aktifitas yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan dari bisnis itu sendiri.

Pengelompokan bisnis dengan berdasarkan aktifitas yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan yaitu sebagai berikut :

1.        Usaha pertanian.

Usaha pertanian adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.

2.        Produksi bahan mentah.

Produksi bahan mentah adalah bisnis yang memproduksi bahan-bahan mentah untuk dijual kembali kepada produsen yang memproduksi barang jadi dari bahan-bahan mentah tersebut.

3.        Pabrik / Maufaltur.

Pabrik / Maufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil, komputer, televise dan lain-lain.

4.        Konstruksi.

Konstruksi adalah bisnis yang memperoleh keuntungan dari proyek pembangunan yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek.

5.        Perdagangan : Besar-Kecil.

Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang dan / atau jasa yang dilakukan secara terus menerus dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan / atau jasa dengan disertai imbalan atau kompensasi.

6.        Transpotasi dan Komunikasi.

Transpotasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Komunikasi adalah suatu bisnis yang mendapatkan keuntungan dari proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan.

7.        Finansial, Asuransi, Real estate.

Finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.

Asuransi adalah suatu bentuk pertanggungan asuransi yang tersedia untuk kedua individu dan bisnis dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kehilangan pekerjaan, kematian pihak tertanggung, atau kecelakaan yang menonaktifkan pemegang polis.

Real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.

8.        Usaha jasa.

Usaha jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.

9.        Usaha yang dilakukan oleh pemerintah : BUMN, BUMD.

Adalah badan usaha yang dijalankan oleh pemerintah atau Negara yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dan BUMD dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat.

E. Hubungan Antar Faktor Produksi.
Faktor produksi adalah segala sumber daya yang digunakan dalam memproduksi barang dan jasa. Hubungan antara faktor produksi dan hasil produksi sangat erat dan bersifat lurus. Jika faktor produksi bertambah, maka hasil produksi juga akan bertambah. Hubungan antara faktor produksi sangat erat kaitannya dengan Sumber Daya Alam (SDA), Kewirausahaan, Modal, dan Tenega Kerja. Seperti pada penjelasan bagan berikut dibawah ini :

F. Perusahaan Kecil dan Perusahaan Besar.
Kemajuan sebuah perusahaan menjadi perusahaan yang besar tentunya tidak semata-mata langsung menjadi perusahaan besar dan maju. Tetapi tentunya melalui proses dan tahap tersendiri. Kemajuan sebuah perusahaan dapat dimulai dari sebuah perusahaan kecil terlebih dahulu, yang biasanya baru memiliki modal yang kecil dan terbatas.  Dan biasanya pula kepemilikannya didapat melalui :

1.        Meneruskan usaha Orangtua / Keluarga.

2.        Menbeli Perusahaan yang telah ada.

3.        Memulai usaha baru.

Untuk mencapai kemajuan, sebuah perusahaan kecil tentunya juga harus memiliki bisnis yang baik. Sehingga dapat berkembang menuju perusahaan yang lebih besar. Dan bisnis itu sendiri memiliki berbagai macam bentuk bisnis. Namun secara umum bentuk bisnis ada dua bentuk, yaitu :

1.        Bisnis kecil / Usaha Informal.

2.        Bisnis besar / Bisnis modern.

Antara kedua bentuk umum bisnis diatas yaitu Bisnis Kecil / Informal dan Bisnis Besar / BIsnis Modern, memiliki perbedaan masing-masing diantara keduanya. Dan untuk lebih jelasnya lihat tabel perbedaan antara bisnis kecil dan bisnis besar dibawah ini :

Aspek Bisnis Kecil / Usaha Informal Bisnis Besar / Bisnis Modern
Pengelola Pemilik Manajemen Profesional
Struktur Organisasi Sederhana, Tanpa Spesialisasi Kompleks, Spesialisasi
Persentase Kegagalan Relatif Tinggi Relatif Rendah
Modal Pinjaman Sulit Diperoleh Relative Lebih Mudah
Daerah Operasi Bersifat Lokal Regional, Nasional

Dari tabel perbedaan antara bisnis kecil dan bisnis besar diatas dapat diambil kesimpulan bahwa presentase kegagalan dalam bisnis kecil lebih besar dari pada bisnis besar yang relatif lebih rendah presentese kegagalannya. Salah satunya karena bisnis kecil umumnya hannya dikelola oleh pemilik saja, tanpa spesialisasi, serta kurangnya pengalaman manajemen. Sedangkan bisnis besar dikelola oleh manajamen profesional, kompleks, dan lebih tersepesialisasi dalam struktur organisasinya.

Kurangnya pengalaman manajemen dalam bisnis kecil / perusahaan kecil umumnya ditandai dengan :

1.        Ketidak mampuan pimpinan dalam mengelola dan mengarahkan Sumber Daya Manusia (SDM).

2.        Sulit mengembangkan usaha, dikarenakan kesulitan dalam memperoleh modal jangka panjang dengan syarat yang lunak / mudah.

3.        Kurang tepat dalam memilih media promosi.

4.        Ketidak mampuan dalam menagih piutang.

Namun tentunya pemerintah selalu mengupayakan bantuan demi perkembangan perusahaan kecil / bisnis kecil. Dan diharapkan agar perusahaan kecil mampu terus berkembang serta dapat bersaing dengan perusahaan-perusahan besar yang lainnya. Hal ini disebabkan karena :

1.        Perusahaan kecil banyak menyerap sumber daya manusia.

2.        Dalam jangka pendek, perusahaan kecil dapat mengatasi pembagian pendapatan yang belum merata dan mengatasi masalah pengangguran.

3.        Dapat mempertinggi kemampuan produktif sumber daya manusia.

4.        Dalam jangka panjang dapat meningkatkan perubahan struktur ekonomi di daerah.

Dari perkembangan suatu perusahaan baik perusahaan kecil maupun besar, akan berdampak pula terhadap perkembangan perekonomian Negara. Oleh karena itu, diantara pemerintah dan perusahaan selaku pelaku bisnis diperlukan kerjasama yang sangat kuat demi mengembangakan perekonomian Negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s