PENGANTAR BISNIS SESI 2 SISTEM PEREKONOMIAN


PENGANTAR BISNIS SESI 2
SISTEM PEREKONOMIAN

A. Pendahuluan.
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Setiap nagara menggunakan sistem ekonomi yang bebeda-beda. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi didunia berada diantara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Dan juga biasa di bedakan atau dikelompokan berdasarkan mekanisme dan koordinasinya serta berdasarkan ideologi.

B. Hakikat Ekonomi.
Sebelum membahas lebih jauh tentang sistem perekonomian, alangkah baiknya mengetahui hekikat atau pengertian ekonomi terlebih dahulu. Ekonomi berasal dari dua kata berbahasa Greek / Yunani kuno yaitu, Eko (mengatur) dan Nomos (rumah tangga). Sehingga dapat disimpulkan bahwa arti / pengetian ekonomi adalah suatu kegiatan yang mengatur tentang persoalan harta kekayaan. Dan berkaitan dengan salah satu atau seluruhnya dari poin berikut ini :

1.        Memperbanyak jumlah.

2.        Menjaga pengadaannya.

3.         Tata cara pendistribusiannya kepada masyarakat.

Untuk lebih jelasnya lihat bagan dibawah berikut ini :

Dari bagan di atas, dapat disimpulkan bahwa ekonomi secara bidangnya terbagi dua, Ilmu Ekonomi dan Sistem Ekonomi. Perbedaan antara keduanya adalah : Ilmu Ekonomi memperbanyak jumlah pengadaannya dan di pengaruhi oleh fakto produksi sedangkan Sistem Ekonomi yaitu tatacara distribusi kekayaan ditengah masyarakat dan dipengaruhi oleh pemikiran dan konsep ekonomi. Diantara keduanya yang akan dibahas disini adalah Sistem Ekonomi.

Dalam sistem ekonomi tentunya memiliki aspek-aspek penting yang berkaitan dengan sistem ekonomi itu sendiri. Ada dua aspek penting dalam sistem ekonomi yaitu :

1.        Unsur-unsur Sistem Ekonomi.

Unsur-unsur dalam Sistem Ekonomi terbagi menjadi tiga unsur, yaitu antara lain :

a)    Unit-unit ekonomi seperti rumah tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah, dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

b)   Pelaku ekonomi seperti konsumen, produsen, buruh, infestor, dan pejabat-pejabat ynga terkait.

c)    Lingkungan Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Kapital (SDK), Sumber Daya Teknologi (SDT).

2.        Hubungan antar Elemen Sistem Ekonomi.

Hubungan antar Elemen Sistem Ekonomi terbagi menjadi dua bagian yaitu :

a)    Setiap komponen dalam sistem ekonomi saling berhubungan satu sama lain dengan pola hubungan tertentu, sehingga menimbulkan proses kegiatan ekonomi.

b)   Pola-pola hubungan tergantung dari sifat hubungan antar elemen. Dengan demikian proses kegiatan ekonomi biasa berlangsung secara efisien, tidak efisien atau produktif, kurang produktif,  karena perbedaan dalam menjalankan fungsi elemen dan pola hubungan elemen.

C. Klasifikasi Sistem Ekonomi.
Sistem ekonomi dapat diklasifikasikan / dikelompokan dalam dua kelompok berdasarkan mekanisme dan koordinasinya serta berdasarkan ideologi yaitu :

1.        Berdasarkan Mekanisme dan Koordinasinya.

a)    Sistem Ekonomi Tradisi (Tradition Economy).

Ø Mekanisme kordinasinya berdasarkan tradisi berlaku dalam perekonomian yang masih sederhana.

Ø Kegiatan ekonomi sangat terbatas, dimana tujuan ekonomi tidak untuk memperoleh keuntungan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsitence level).

b)   Sistem Ekonomi Komando (Command Economy).

Ø Mekanisme kordinasinya berdasarkan komando dari pusat kekuasaan (central authority). Lembaga yang diberikan hak kordinasi ekonomi disebut perencanaan terpusat.

Ø Sistem ekonomi komando sangat menolak mekanisme pasar. Menurut mereka, sistem perencanaan terpusat sangat efisien dalam mealokasikan sumber daya.

c)    Sistem Ekonomi Pasar (Market Ekonomy).

Ø Mengandalkan kekuatan permintaan dan penawaaran sebagai alat alokasi yang efisien.

2.        Berdasarkan Ideologi.

a)    Sistem Ekonomi Kapitalis (Capitalist Ekonomy).

Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif atau faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu / swastsa. Sistem ekonomi ini juga memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi.

Paham kapitalisme sendiri berasal dari Inggris pada abad ke 17. Kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Dasar filosofis pemikiran ekonomi kapitalis bersumber dari pemikiran Adam Smith tentang mekanisme pasar.

Adam Smith berpendapat bahwa motif seseorang melakukan kegiatan ekonomi adalah atas dorongan kepentingan pribadi untuk mendapatkan keuntungan. Yang bertindak sebagai tenaga pendorong dan pembimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat bersedia untuk membayar. Adam Smith berkata : “Bukan berkat kemurahan tukang daging, tukang pembuat bir, atau tukang pembuat roti kita dapat makan siang, akan tetapi karena mereka memperhatikan kepentingan pribadi mereka. Kita bicara bukan kepada rasa perikemanusiaan mereka melainkan kepeda cinta mereka kepada mereka sendiri, janganlah sekali-sekali berbicara tentang keperluan kita, melainkan tentang keuntungan-keuntungan mereka.” (Robert L. Heilbroner, 1986, UI Press).

Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi kapitalis / liberal adalah sebagai berikut :

1)        Motif yang menggerakan perekonomian mencari keuntungan.

2)        Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.

Ø Menurut Jean Babtiste Say, pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien jika dilandasi dengan semangat individu yang rasional dalam memperjuangkan keuntungan pribadi, sehingga timbulah individualisme ekonomi dan kebebasan dalam berekonomi.

3)        Perekonomian diatur oleh Mekanisme Pasar.

4)        Campur tangan pemerintah diminimalkan.

Ø Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa campur tangan pihak pemerintah, maka seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tak Nampak (the invisible hand), untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat.

Ø Kebebasan ekonomi itu juga diilhami oleh pendapat seorang ekonom Prancis, Jean Babtiste Say. Menurutnya pemerintah tidak dibolehkan turut serta dalam dunia usaha. Laisses nous faire (bahasa Prancis) = jangan mengganggu kita (dunia usaha) kata ini dikenal kemudian sebagai  Laisses faire yang diartikan sebagai tidak adanya interfensi pemerintah.

b)   Sistem Ekonomi Sosialis (Socialist Economy).

Sistem Ekonomi Sosialis / Komunis adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun selanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Umumnya sistem ini memiliki cirri-ciri :

1)        Menurut sosialis, kemakmuran akan  tercapai dengan berdasarkan pada kemakmuran bersama melalui konsep kepemilikan sosial.

2)        Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari kapitalisme.

3)        Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan.

c)    Sistem Ekonomi Islami (Islamic Economy).

Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ideologi dan ajaran-ajara syariat islam. Cirri-ciri sistem ekonomi islam umumnya adalah :

1)        Ekonomi Syariah.

Ø Berbeda halnya denga sistem ekonomi kapitalis dimana kepemilikan berada pada individu mutlak, ataupun sistem ekonomi sosialis yang mengedepankan kepemilikan terpusat yang diatur oleh Negara. Dalam sistem ekonomi islam kepemilikan atas sesuatu adalah kepunyaan Allah SWT. Sementara manusia hanya sebagai Khalifah atas harta miliknya.

2)        Hak Kepemilikan.

Dalam ajaran islam kepemilikan dibagi menjadi tiga, yaitu :

Ø Hak milik individual (milkiyah fardiyah/private ownership).

Ø Hak  milik umum (milkiyah amah/public ownership).

Ø Hak milik Negara (milkiyah daulah/state ownership).

3)        Konsep kepemilikan.

Ø Kepemilikan bukanlah penguasaan mutlak atas sumber-sumber ekonomi. Tetapi setiap orang atau individu dituntut kemampuannya untuk memanfaatkan sumber-sumber ekonomi tersebut.

Ø Lama kepemilikan manusia terhadap suatu benda terbatas pada lamanya manusia itu hidup di dunia.

Ø Sumber daya yang menyangkut kepentingan umum atau yang menjadi hajat/keperluan hidup orang banyak harus menjadi milik umum.

4)        Kebebasan Berekonomi.

Ø Dalam pandangan kapitalisme yang memberikan nilai tertinggi pada kebebasan tak terbatas pada setiap individu. Memungkinkan individu mengejaar kepentingannya sendiri untuk memaksimalkan kekayaan dan memuaskan keinginannya. Dengan demikian maka konsep kebebasan tersebut akan menimbulkan kekacauan dalam proses distribusi kekayaan.

Ø Islam juga tidak sejalan dengan sistem ekonomi sosialis yng mengabaikan konsep pemilikan pribadi. Sehingga tidak ada kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Ø Dalam konsep ekonomi islam, kepemilikan dan kebebasan individu dibenarkan selama masih sesuai dengan syariat islam. Sekalligus memberikan ruang gerak pula pada pemerintah dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan syariat islam.

5)        Spiritualisme dalam Sistem Ekonomi Islam.

Ø Sistem ekonomi kontemporer hanya terfokus terhadap utilitas (kepuasan) dan nilai-nilai materialism suatu barang tanpa menyentuh nila-nilai spiritualisme dan etika kehidupan masyarakat. Dalam ekonomi islam terdapat dialetika antara nilai-nilai spiritualisme dan materialism.

Ø Dengan demikia tujuan yang inngin dicapai bukan hanya semata-mata materi saja, tetapi didasarkan pada konsep-konsepnya sendiri mengenai kesejah teraan manusia (falah) dan kehidupaan yang baik (hayat yhayyibah) yang memberikan nilai sangat penting bagi persaudaraan dan keadilan sosio ekonomi dan menuntut kepuasan yang seimbang naik dalam bentuk kebutuhan jasmani (materi) maupun rohani (jiwa).

6)        Konsep Rasionalitas Ekonomi.

Ø Setiap analisis ekonomi selau didasarkan atas asumsi mengenai perilaku para pelakunya. Secara umum diasumsikan bahwa dalam pengambilan keputusan ekonomi, pelaku ekonomi selalu berfikir dan bertindak secara rasional untuk memaksimalkan keuntungannya.

Ø Dalam pendekatan ekonomi konvensional terutama kapitalis, aspek moral dan etika acap kali diabaikan bila tidak sesuai dengan perilaku yang menurutnya rasional. Artinya konsep etis dan tidak etis dalam melakukan aktivitas ekonomi (misalkan konsumsi) dianggap dapat mengorbankan kepentingan individu dalam memuaskan kebutuhannya.

Ø Sementara dalam pandangan islam, perilaku ekonomi disamping didasarkan pada pertimbangan rasonal (memperoleh falah atau masalah yang lebih besar) juga mengedepankan padda aspek nilai-nilai ilahiyah, etika, dan moral.

Ø

D. Perbandingan Konsep Kepemilikan.
Perbandingan konsep kepemilikan antara sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan islami adalah sebagai berikut :

INDIKATOR KAPITALISME SOSIALISME ISLAM
Sifat Kepemilikan Kepemilikan mutlak oleh manusia Kepemilikn mutlak oleh

manusia

Allah adalah

pemilik mutlak,

sementara manusia memiliki hak kepemilikan terbatas

Hak Pemanfaatan Manusia bebas

memanfaatkan

Manusia bebas

memanfaatkan

Pemanfaatan oleh manusia

mengikuti ketentuan Allah

Prioritas Kepemilikan Hak milik individu dijunjung tinggi Hak milik

kolektif/sosial dijunjung tinggi

Hak milik

individu dan

kolektif diatur

oleh agama

Peran Individu

dan Negara

Individu bebas

memanfaatkan sumber daya

Negara yang

mengatur sumber daya

Terdapat kewajiban individu masyarakat

Negara secara

proposional

Distribusi Kepemilikan Bertumpu paada mekanisme pasar Bertumpu pada peran

pemerintah

Sebagian diatur

oleh pasar,

pemerintah, dan

langsung oleh Al-qur’an

Tanggung jawab pemanfaatan Pertanggung jawaban terhadap diri sendiri secara ekonomis teknik semata Pertanggung jawaban terhadap diri

sendiri secara

ekonomis teknik

semata

Pertanggung jawaban terhadap diri, publik, dan Allah di dunia dan akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s