PEREKONOMIAN INDONESIA SESI 1 SISTEM PEREKONOMIAN


PEREKONOMIAN INDONESIA SESI 1
SISTEM PEREKONOMIAN


A. Pengertian Sistem Perekonomian.

Sistem perekonomian menurut sumber dari Dari “Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas”, adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Dengan kata lain sistem ekonomi dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengatur perekonomian suatu Negara.
Dalam sistem perekonomian terdapat perbedaan yang amat mendasar, yaitu antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya. Perbedaan mendasar tersebut adalah mengenai bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Sebagian sistem ekonomi, bahkan mungkinkan atau dibolehkan untuk memiliki semua faktor produksi dalam kata lain individu tersebut lebih dominan menguasainya. Sementara dalam sistem ekonomi lainnya, adalah kebalikan dari sistem ekonomi sebelumnya, yaitu seluruh faktor tersebut tidak banyak dipegang atau bahkan tidak sama sekali dipegang oleh individu, melainkan oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

B. Klasifikasi Sistem Ekonomi.
Sistem ekonomi dapat diklasifikasikan / dikelompokan dalam dua kelompok berdasarkan mekanisme dan koordinasinya serta berdasarkan ideologi yaitu :
1. Berdasarkan Mekanisme dan Koordinasinya.
a) Sistem Ekonomi Tradisi (Tradition Economy).
 Mekanisme kordinasinya berdasarkan tradisi berlaku dalam perekonomian yang masih sederhana.
 Kegiatan ekonomi sangat terbatas, dimana tujuan ekonomi tidak untuk memperoleh keuntungan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsitence level).
b) Sistem Ekonomi Komando (Command Economy).
 Mekanisme kordinasinya berdasarkan komando dari pusat kekuasaan (central authority). Lembaga yang diberikan hak kordinasi ekonomi disebut perencanaan terpusat.
 Sistem ekonomi komando sangat menolak mekanisme pasar. Menurut mereka, sistem perencanaan terpusat sangat efisien dalam mealokasikan sumber daya.
c) Sistem Ekonomi Pasar (Market Ekonomy).
 Mengandalkan kekuatan permintaan dan penawaaran sebagai alat alokasi yang efisien.
2. Berdasarkan Ideologi.
a) Sistem Ekonomi Kapitalis (Capitalist Ekonomy).
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif atau faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu / swastsa. Sistem ekonomi ini juga memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi.
Prinsipnya yaitu mengedepankan peran ekonomi pasar bebas, Bila terjadi kebebasan berproduksi , kebebasan pasar dan kebebasan tenaga kerja untuk bekerja, maka akan tercipta peningkatan produksi yg sangat pesat. Tokohnya ADAM SMITH (1776), David Ricardo,JB.Say.
Paham kapitalisme sendiri berasal dari Inggris pada abad ke 17. Kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Dasar filosofis pemikiran ekonomi kapitalis bersumber dari pemikiran Adam Smith tentang mekanisme pasar.
Adam Smith berpendapat bahwa motif seseorang melakukan kegiatan ekonomi adalah atas dorongan kepentingan pribadi untuk mendapatkan keuntungan. Yang bertindak sebagai tenaga pendorong dan pembimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat bersedia untuk membayar. Adam Smith berkata : “Bukan berkat kemurahan tukang daging, tukang pembuat bir, atau tukang pembuat roti kita dapat makan siang, akan tetapi karena mereka memperhatikan kepentingan pribadi mereka. Kita bicara bukan kepada rasa perikemanusiaan mereka melainkan kepeda cinta mereka kepada mereka sendiri, janganlah sekali-sekali berbicara tentang keperluan kita, melainkan tentang keuntungan-keuntungan mereka.” (Robert L. Heilbroner, 1986, UI Press).
Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi kapitalis / liberal adalah sebagai berikut :
1) Motif yang menggerakan perekonomian mencari keuntungan.
2) Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
 Menurut Jean Babtiste Say, pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien jika dilandasi dengan semangat individu yang rasional dalam memperjuangkan keuntungan pribadi, sehingga timbulah individualisme ekonomi dan kebebasan dalam berekonomi.
3) Perekonomian diatur oleh Mekanisme Pasar.
4) Campur tangan pemerintah diminimalkan.
 Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa campur tangan pihak pemerintah, maka seakan-akan dibimbing oleh tangan yang tak Nampak (the invisible hand), untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat.
 Kebebasan ekonomi itu juga diilhami oleh pendapat seorang ekonom Prancis, Jean Babtiste Say. Menurutnya pemerintah tidak dibolehkan turut serta dalam dunia usaha. Laisses nous faire (bahasa Prancis) = jangan mengganggu kita (dunia usaha) kata ini dikenal kemudian sebagai Laisses faire yang diartikan sebagai tidak adanya interfensi pemerintah.
b) Sistem Ekonomi Sosialis (Socialist Economy).
Sistem Ekonomi Sosialis / Komunis adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun selanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh.
Prinsip Sistim Ekonomi Sosialis yaitu, dengan bekerja bersama dengan membagi hasil secara merata yang dinilainya adil, dan bila produksi berkembang, maka kita akan menjadi masyarakat adil dan makmur. Tokohnya adalah Karl Mark (1818) Friederich Engels, Karl Kautsky.
Dalam Sistim ekonomi ini pada umumnya memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1) Menurut sosialis, kemakmuran akan tercapai dengan berdasarkan pada kemakmuran bersama melalui konsep kepemilikan sosial.
2) Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari kapitalisme.
3) Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan.
c) Sistem Ekonomi Islami (Islamic Economy).
Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ideologi dan ajaran-ajara syariat islam. Sistem ekonomi ini memiliki cita-cita yang bertujuan mensejahterakan umat, dengan sumber daya ekonomi yang dialokasikan sedemikian rupa, sehingga dengan pengaturan kembali keadaannya, tidak seorangpun lebih baik dengan menjadikan orang lain lebih buruk. Dalam sistem ekonomi Islam ini memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :
1) Ekonomi Syariah.
 Berbeda halnya denga sistem ekonomi kapitalis dimana kepemilikan berada pada individu mutlak, ataupun sistem ekonomi sosialis yang mengedepankan kepemilikan terpusat yang diatur oleh Negara. Dalam sistem ekonomi islam kepemilikan atas sesuatu adalah kepunyaan Allah SWT. Sementara manusia hanya sebagai Khalifah atas harta miliknya.
2) Hak Kepemilikan.
Dalam ajaran islam kepemilikan dibagi menjadi tiga, yaitu :
 Hak milik individual (milkiyah fardiyah/private ownership).
 Hak milik umum (milkiyah amah/public ownership).
 Hak milik Negara (milkiyah daulah/state ownership).
3) Konsep kepemilikan.
 Kepemilikan bukanlah penguasaan mutlak atas sumber-sumber ekonomi. Tetapi setiap orang atau individu dituntut kemampuannya untuk memanfaatkan sumber-sumber ekonomi tersebut.
 Lama kepemilikan manusia terhadap suatu benda terbatas pada lamanya manusia itu hidup di dunia.
 Sumber daya yang menyangkut kepentingan umum atau yang menjadi hajat/keperluan hidup orang banyak harus menjadi milik umum.
4) Kebebasan Berekonomi.
 Dalam pandangan kapitalisme yang memberikan nilai tertinggi pada kebebasan tak terbatas pada setiap individu. Memungkinkan individu mengejaar kepentingannya sendiri untuk memaksimalkan kekayaan dan memuaskan keinginannya. Dengan demikian maka konsep kebebasan tersebut akan menimbulkan kekacauan dalam proses distribusi kekayaan.
 Islam juga tidak sejalan dengan sistem ekonomi sosialis yng mengabaikan konsep pemilikan pribadi. Sehingga tidak ada kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.
 Dalam konsep ekonomi islam, kepemilikan dan kebebasan individu dibenarkan selama masih sesuai dengan syariat islam. Sekalligus memberikan ruang gerak pula pada pemerintah dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan syariat islam.
5) Spiritualisme dalam Sistem Ekonomi Islam.
 Sistem ekonomi kontemporer hanya terfokus terhadap utilitas (kepuasan) dan nilai-nilai materialism suatu barang tanpa menyentuh nila-nilai spiritualisme dan etika kehidupan masyarakat. Dalam ekonomi islam terdapat dialetika antara nilai-nilai spiritualisme dan materialism.
 Dengan demikia tujuan yang inngin dicapai bukan hanya semata-mata materi saja, tetapi didasarkan pada konsep-konsepnya sendiri mengenai kesejah teraan manusia (falah) dan kehidupaan yang baik (hayat yhayyibah) yang memberikan nilai sangat penting bagi persaudaraan dan keadilan sosio ekonomi dan menuntut kepuasan yang seimbang naik dalam bentuk kebutuhan jasmani (materi) maupun rohani (jiwa).
6) Konsep Rasionalitas Ekonomi.
 Setiap analisis ekonomi selau didasarkan atas asumsi mengenai perilaku para pelakunya. Secara umum diasumsikan bahwa dalam pengambilan keputusan ekonomi, pelaku ekonomi selalu berfikir dan bertindak secara rasional untuk memaksimalkan keuntungannya.
 Dalam pendekatan ekonomi konvensional terutama kapitalis, aspek moral dan etika acap kali diabaikan bila tidak sesuai dengan perilaku yang menurutnya rasional. Artinya konsep etis dan tidak etis dalam melakukan aktivitas ekonomi (misalkan konsumsi) dianggap dapat mengorbankan kepentingan individu dalam memuaskan kebutuhannya.
 Sementara dalam pandangan islam, perilaku ekonomi disamping didasarkan pada pertimbangan rasonal (memperoleh falah atau masalah yang lebih besar) juga mengedepankan padda aspek nilai-nilai ilahiyah, etika, dan moral.
d) Sistem Ekonomi Campuran.
Sitem ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam sitem ekonomi campuran terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme.
Tidak ada satu definisi yang pasti untuk ekonomi campuran, tetapi aspek penting yang menjadi cirinya adalah terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).
Pada praktiknya, banyak negara mulai dari Amerika Serikat hingga Kuba menjalankan sistem perekonomian yang dapat dianggap sebagai ekonomi campuran, bahkan Indonesia pun menganut “Sistem Ekonomi Campuran” dengan sistem ekonomi Pancasilanya.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian#Perekonomian_terencana
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_campuran
3. Edy Purnomo, S.pd, M.Si . ( Disampaikan dalam Rangka kuliah ilmu budaya dasar pada mahasiwi prodi kebidanan curup ) Download From “slideshare ” http://www.slideshare.net/edypurnomo70/sejarah-sistem-ekonomi-dunia

2 responses to “PEREKONOMIAN INDONESIA SESI 1 SISTEM PEREKONOMIAN

    • Waahh terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya..
      Semoga tanggapan tersebut bisa dengan baik saya terima dan saya manfaatkan sebagai masukan positif.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s