ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI SESI 4 PERLINDUNGAN KONSUMEN


ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI SESI 4
PERLINDUNGAN KONSUMEN

A. Pendahuluan.
Mengenai perlindungan konsumen di Indonesia sesungguhnya telah diatur dalam undang-undang, yaitu :

UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya.”

Dari undang-undang di atas telah disebutkan bahwa “…hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa…”. Hal tersebut telah jelas bahwa konsumen memiliki hak kepada penyedia barang atau jasa atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang maupun jasa. Oleh karena itu sudah menjadi suatu kewajiban bagi Perusahaan, dan lain-lain, untuk menjaga hak atas para konsumen yang mengkonsumsi barang atau menggunakan jasa perusahaan tersebut, demi menciptakan ‘timbal balik’ antara konsumen dan perusahaan (selaku penyedia barang atau jasa). Timbal balik tersebut dimaksudkan agar kedua pihak mendapatkan keuntungannya masing-masing, sehingga diharapkan tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Namun sayangnya masih sering kita temui pelanggaran atas salah satu hak konsumen tersebut. Salah satu contohnya yang sering dijumpai di masyarakat adalah pada penyediaan jasa operator seluler / Handphone, yang mana konsumen sering kali menerima SMS iklan atau penawaran yang intensitasnya terlalau sering, sehingga bisa dikatakan cukup mengganggu kenyamanan konsumen.

Selain itu sering terjadi pula pelanggaran hak konsumen yang terjadi pada jasa penyedia operator seluler lainnya. seperti kurang-lebih hampir sama seperti pada kasus sebelumnya, yaitu mengenai gangguan SMS masuk berupa iklan, namun kali ini SMS iklan tersebut bukan berasal dari operator penyedia jasa seluler yang bersangkutan, melainkan SMS iklan tersebut berasal dari perusahaan lainnya, seperti penawaran diskon di suatu tempat makan, penawaran untuk menjadi agen atau penjual pulsa, dan lain-lain.

Hal tersebut selain telah melanggar hak konsumen mengenai ‘kenyamanan’, ternyata juga telah melanggar hak konsumen atas ‘keamanan’. Dikatakan demikian karena hal tersebut telah menimbulkan indikasi-indikasi buruk mengenai ‘kebocoran data privasi konsumen’, mengapa dikatakan demikian? Karena mungkin apabila di analisa secara ‘kasat mata’, bisa saja hal tersebut dapat terjadi akibat adanya ‘penjualan data konsumen’ (dalam hal ini no HandPhone konsumen) kepada pihak lain yang ingin ‘beriklan’ melalui SMS. Namun kesimpulan itu adalah masih dalam hal ‘kira-kira’ / ‘persepsi belaka’, dikarenakan saya selaku penulis artikel ini juga belum banyak mengetahui mengenai “Perlindungan Konsumen”. Oleh karenanya pada bagian selanjutnya akan penulis coba rangkum mengenai apa itu “Perlindungan Konsumen”.

B. Pengertian Perlindunagn Konsumen.
Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai beberapa pengertian dari Perlindungan Konsumen, yaitu sebagai berikut :

Menurut Wikipedia menyebutkan bahwa, Perlindungan konsumen adalah perangkat hukum yang diciptakan untuk melindungi dan terpenuhinya hak konsumen. Sebagai contoh, para penjual diwajibkan menunjukkan tanda harga sebagai tanda pemberitahuan kepada konsumen.

Anneahira.com menyebutkan, bahwa perlindungan konsumen adalah segala upayayang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Pengertian konsumen sendiri adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepantingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Sesuai dengan pasal 3 undang-undang Perlindungan Konsumen, tujuan dari Perlindungan ini adalah :

1. Menungkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri.
2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negative pemakaian barang dan atau jasa.
3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen.
4. Menciptakan system perlindungan kosumen yang mngendung unsure kepastian hokum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi.
5. Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan ini sehngga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha.
6. Meningkatkan kualitas barang dan atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produkasi barang atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen.

Sumber :
1. Wikipedia Ensiklopedia Bebas – Perlindungan Konsumen.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perlindungan_konsumen
2. Anneahiara.com – Perlindungan Konsumen.
http://www.anneahira.com/artikel-umum/perlindungan-konsumen.htm
3. komisiinformasi.go.id – UU Perlindungan Konsumen dan Dampaknya kepada Pelayanan Rumah Sakit.
http://www.komisiinformasi.go.id/assets/data/arsip/UU_Perlindungan_Konsumen.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s